![]() |
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair pada Tanaman Cabai |
1. Pupuk Organik Cair perlu Diencerkan Lebih Dulu
Pengenceran mutlak dilakukan agar tanaman dapat menerima semua unsur hara yang terkandung dalam pupuk cair yang diberikan. Dengan pengenceran, mobilitas unsur hara dalam tanaman jauh lebih baik. Selain itu, pengenceran juga membuat pemberian pupuk merata ke seluruh bagian tanaman. Sebelum digunakan pupuk cair diencerkan hingga konsentrasi maksimal 3% dari zat pelarutnya. Artinya jika air yang ada sebanyak 100 liter, maka pupuk organik cair yang dilarutkan harus maksimal 3 liter.
2. Pupuk Organik Cair Disemprotkan ke Bagian Tanaman Muda
Bagian tanaman muda seperti tunas, daun muda, atau pucuk tanaman memiliki respon paling besar terhadap serapan unsur hara. Dengan memberikan pupuk cair melalui penyemprotan ke bagian tanaman muda, secara tidak langsung kita telah membuat pupuk cair lebih cepat dimanfaatkan tanaman. Ini menghindari atau meminimalkan pupuk cair yang hilang karena air hujan atau penguapan sinar matahari.
3. Pupuk Organik Cair Disemprotkan ke Bagian Bawah Daun
Helaian daun yang menghadap ke bawah mempunyai stomata yang sangat banyak. Perlu diketahui bahwa unsur hara dapat masuk ke tanaman melalui stomata-stomata ini. jika bagian tanaman yang disemprot memiliki jumlah stomata yang banyak maka daya serap pupuk organik cair akan jauh lebih baik.
4. Pupuk Organik Cair Diaplikasikan secara Berkala
Sifat pupuk organik cair yang mudah tercuci oleh air hujan dan teriknya sinar matahari membuat pengaplikasian pupuk ini harus dilakukan secara berkala. Pengaplikasian hendaknya dilakukan setiap minggu pada saat kemarau dan 3 hari sekali pada saat musim hujan.
Demikianlah pembahasan mengenai cara penggunaan pupuk organik cair yang benar. Cara ini harus dilakukan dengan seksama jika ingin tanaman tumbuh lebih baik.
bermanfaat
ReplyDeleteTerima kasih
ReplyDeleteapakah pupuk organik cair itu bisa mengusir hama yang berwarna putih dibawah daun
ReplyDeleteterimakasih. amat membantu infonya.
ReplyDelete